Eraislam.co.cc – Pemerintah Thailand berada dalam tekanan internasional agar mengukum pejabatnya yang memerintahkan ribuan Muslim Rohingya (Myanmar) kembali ke laut dan tetap di perahu mereka bulan lalu. Akibat penolakan Thailand untuk menampungnya, sepertiga pengungsi Muslim tersebut meregang nyawa di laut.
Seperti diberitakan situs StrategyPage.com, ribuan Muslim Rohingya terpaksa mengungsi dan meminta suaka kepada Thailand, guna menghindari kezhaliman pemerintah Myanmar (d/h Burma) yang tidak mengakui mereka sebagai bangsa Myanmar/Burma. Rezim Myanmar berdalih, etnis Rohingya bukan bagian bangsa Burma karena tinggal di perbatasan Burma-Bangladesh dan karena bangsa Burma mayoritas menganut Budha. Pemerintah Myanmar juga menuding Muslim Rohingya “bermasalah”, yakni cenderung tidak toran dan agresif. Selain itu, kebanyakan orang Burma berwajah Asia Timur, sedangkan orang Rohigya lebih mirip orang India.
Selama tiga dekade terakhir, ratusan ribu Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh, namun pemerintah Bangladesh menolak dan memaksa mereka kembali ke Burma.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak Muslim Rohingya berusaha masuk ke Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Tahun lalu, sekitar 5.000 Muslim Rohingya memasuki Thailand, meningkat dari tahun sebelumnya (3.000 tahun 2007 dan 1.500 tahun 2006). Namun kini pemerintah Thailand menolak kehadiran mereka. Ribuan pengungsi dipaksa kembali ke perahu mereka dan kembali melaut yang akhirnya sepertiga dari mereka tewas.
Kini sekitar 150.000 Muslim Myanmar (Burma) hidup dalam pengungsian di Thailand. Sebagian dari mereka berasal dari etnis yang selama berabad-abad berjuang melepaskan diri dari tekanan pemerintah Myanmar. Secara keseluruhan, ada sekitar 250.000 ribu pengungsi Rohingya, termasuk di kamp pengungsi Bangladesh 28.000 orang dan di tempat lain. (Romeltea).*